Latar Belakang : Mahasiswa perantau adalah mahasiswa yang meninggalkan kampung halamannya untuk belajar di universitas dalam waktu yang lama. Perpindahan ini sering menimbulkan kecemasan, yang menghambat proses adaptasi. Studi awal pada 10 dari 40 mahasiswa menunjukkan 25% merasa gugup bertemu orang baru, gugup berbicara di depan kelas, dan kesulitan beradaptasi di lingkungan baru.
Latar Belakang : Bullying yang meliputi kekerasan verbal, fisik, dan sosial, dapat menyebabkan trauma psikologis. Studi awal menunjukkan bahwa mayoritas siswa yang menjadi korban bullying didapatkan 10 siswa dengan frekuensi jarang dan mengalami dampak psikologis yang signifikan seperti rasa cemas, kesulitan belajar, dan gangguan tiidur.
Latar Belakang : Rata-rata usia mahasiswa awal sudah memasuki masa remaja akhir, dimana pada usia tersebut mahasiswa sering memiliki gejolak emosi, sehingga sering mengalami konflik. Konflik yang sering terjadi pada mahasiswa adalah konflik interpersonal, konflik dengan mahasiswa, dan konflik dengan dosen, sehingga manajemen konflik penting bagi mahasiswa agar mahasiswa dapat menyelesaikan konf…
Latar Belakang : Fenomena fatherless di Indonesia menjadi isu serius yang berdampak pada perkembangan anak. Ayah dan ibu memiliki peran penting yang saling melengkapi, namun dalam realitanya, pengasuhan lebih banyak didominasi oleh ibu, sementara ayah sering berfokus pada pemenuhan kebutuhan ekonomi. Remaja yang mengalami fatherless sering menghadapi tantangan seperti rendahnya rasa percaya dir…
Latar Belakang : Stres akademik yang dialami mahasiswa dalam menyusun skripsi seringkali berdampak negatif pada kesehatan mental. Dukungan sosial dan kemampuan mengelola emosi dapat mengurang stress dan meningkatkan kesejahteraan emosional mahasiswa. Hasil studi pendahuluan menunjukkan masih kurangnya dukungan sosial, terutama dalam bentuk dukungan emosional, penghargaan, instrumental, dan info…
Latar Belakang : Agresivitas remaja, yang berdampak negatif pada hubungan sosial dan psikologis, salah satu faktornya adalah pola asuh orang tua, terutama perilaku overprotective. Studi pendahuluan menunjukkan adanya agresivitas pada siswa di sekolah yang diteliti seperti bullying dan konflik antar kelas.
Latar Belakang : QLC merupakan fenomena psikologis yang sering dialami individu usia dewasa awal, termasuk mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa dalam fase ini sering mengalami kebimbangan dalam mengambil keputusan, perasaan putus asa, kecemasan, serta tekanan mengenai masa depan akademik, karier, dan kehidupan pribadi.
Latar Belakang : Proses mahasiswa dalam beradaptasi dengan lingkungan baru dapat memicu terjadinya homesickness. Homesickness yang artinya kangen rumah adalah pemikiran negatif yang berulang mengenai tempat tinggal asal. Individu yang paling mungkin mengalami homesickness adalah mereka yang baru memulai perkuliahan dan yang merantau.
Latar Belakang : Anak usia sekolah dasar rentan mengalami bullying. Edukasi menggunakan video animasi diharapkan dapat meningkatkan self efficacy dalam mencegah bullying. Studi pendahuluan di SD Kristen Manisrenggo Klaten 4 dari 5 siswa pernah mengalami bullying, 1 siswa tidak menyadarinya.
Latar Belakang : Kekerasan verbal yang dilakukan oleh orang tua dapat meninggalkan luka yang lebih dalam pada kehidupan dan perasaan anak, bahkan melebihi dampak dari pelecehan seksual. Harga diri adalah penilaian yang dilakukan individu terhadap diriinya, yang dipengaruhi oleh sikap, interaksi, penghargaan, dan penerimaan dari orang lain.