Yustina Kristiani. Studi Deskriptif Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Merapi pada Masyarakat Terpilih di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2024. Latar Belakang: Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana erupsi Gunung Merapi membutuhkan mitigasi untuk mengurangi atau meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat. Studi pendahuluan pada masyarakat di Kapanewon Cangkringan…
Latar Belakang : Tahun 2019 serupsi Gunung Merapi terjadi 7 kali dan terus berfluktuasi. Salah satunya pada level 2 di tahun 2020. Aktivitas Merapi saat ini berada pada level siaga. Cangkringan adalah wilayah yang paling terdampak erupsi gunung Merapi. Hasil studi pendahuluan terhadap masyarakat di Kalurahan Umbulharjo menggunakan kuesioner kesiapsiagaan bencana kepada 38 masyarakat, didapatkan…
Latar Belakang : Penanganan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan pada pasien stroke. Response time sangat penting dalam upaya penanganan pasien di IGD, pasien gawat darurat harus ditangani dengan waktu kurang dari 5 menit. Penggunaan ATS memberikan batasan waktu berupa lama pasien dapat menunggu sampai mendapatkan pertolongan pertama. Penanganan pasien stroke di IGD RSU Emanuel dengan metode …
Latar Belakang : Nyeri menjadi tanda adanya gangguan di tubuh. Ketidaktepatan penangannya dapat menimbulkan stres dan ketegangan yang menibulkan respon fisik dan psikis sehingga memerlukan penatalaksanaan yang tepat. Kebanyakan pasien di IGD datang dengan skala nyeri sedang sampai besar. Penatalaksanaan nyeri pada abdominal pain dapat dilakukan dengan farmakologis dan non farmakologis.
Latar Belakang : Slow Deep Breathing merupakan suatu tindakan yang dapat dilakukan seseorang secara sadar upaya untuk mengatur pernafasan secara lambat dan dalam sehingga dapat memunculkan efek relaksasi. Kesimpulan : Adanya penurunan nilai nyeri sebelum diberikan intervensi Slow Deep Breathing kombinasi genggam jari dan sesudah diberikan Slow Deep Breathing kombinasi genggam jari.