Latar Belakang : WHO menyatakan bahwa terdapat kurang lebih 40 juta orang dari total penduduk dunia mengalami gangguan bipolar. Gangguan bipolar seringkali diikuti oleh tingginya angka komorbiditas penyakit mental lainnya dengan prevalensi tertinggi yaitu kecemasan. Kesimpulan : Tingkat kecemasan pada pasien bipolar di RS Mardi Waluyo Metro Lampung didominasi dengan tingkat kecemasan tinggi.
NATANAEL FRANS BRAMADI. “Gambaran Motivasi Pasien Stroke Untuk Melakukan Latihan Mobilisasi Di Poliklinik Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro Tahun 2024”. Latar Belakang: Stroke adalah suatu sindrom klinis yang ditandai dengan hilangnya fungsi otak secara akut, menimbulkan kecacatan sampai kematian menurut World Health Organization. Sekitar 795.000 orang di Amerika serikat…
Latar Belakang : Gangguan bipolar merupakan gangguan psikiatri yang mempengaruhi mood. Dukungan keluarga dibutuhkan sehingga ODB mampu membangkitkan rasa percaya diri dan menghadapi permasalahan. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan perubahan mood symptomps pada orang dengan bipolar (ODB) usia 20-45 tahun di Bipolar Care Indonesia.
Latar Belakang: Stroke menyebabkan kelemahan pada salah satu sisi tubuh yang mempengaruhi kemampuan mobilisasi menyebabkan penderita mengalami keterbatasan. Proses pemulihan pasien stroke untuk mengurangi resiko disabilitas/komplikasi sangat dipengaruhi oleh keluarga dalam menjalankan fungsinya. Pelaksanaan discharge planning yang hanya berupa resume pasien pulang yang berisi obat-obatan jadwal…
Latar Belakang: Salah satu dampak negatif dari self diagnose adalah timbulnya gangguan mental emosional. Hasil studi pendahuluan di STIKES Bethesda Yakkum tahun 2023 menunjukkan terdapat 9 dari 10 orang mahasiswa sarjana keperawatan pernah melakukan self diagnose dan 6 orang diantaranya mengalami gangguan mental emosional akibat dampak dari self diagnose.
Latar Belakang : Penyakit kardiovaskuler menjadi penyebab utama kematian di dunia yang tercatat telah merenggut sekitar 17,9 juta nyawa setiap tahunnya, salah satunya adalah NSTEMI. Pasien NSTEMI mengalami penyempitan arteri koroner sehingga jantung tidak mampu memompa darah keselurhan tubuh dan menyebabkan penurunan cardiac output, akibatnya dapat terjadi gagal jantung, syok kardiogenik, bahka…
Latar Belakang : Supraventricular Tachycardia adalah kelompok aritmia yang digunakan untuk menggambarkan takikardia yang melibatkan jaringan jantung pada tingkat berkas His atau di atasnya. Supraventricular Tachcardia, detak jantungnya bisa mencapai 150x/menit. Pravalensi Supraventricular Tachycardia diperkirakan ada 17,9 juta orang mempunyai riwayat.
Latar Belakang : CHF adalah penyakit kardiovaskuler. Risiko kematian karena gagal jantung berkisar 5 sampai 10% per tahun pada gagal jantung ringan dan meningkat menjadi30-40% pada gagal jantung berat. Penatalaksanaan CHF dilakukan secara farmakologis dan non farmakologis dengan faktor risiko hipervolemia adalah terapi stocking kompres 10-20 mmHg.
Latar Belakang : Stroke penyakit tidak menular terjadi akibat sumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak. Gejala stroke yang sering muncul kelemahan kekuatan otot dan diperlukan penanganan untuk mencegah kontraktur otot. Penanganan dapat diberikan dengan latihan ROM aktif asistif spherical grip.
NSTEMI merupakan salah satu Sindrom Koroner Akut (SKA) yang ditandai dengan tidak adanya elevasi segmen ST pada gambaran Elektrogardiografi (EKG), NSTEMI disebabkan oleh oklusi parsial atau emobil distal pada arteri corner, selain itu pada pasien NSTEMI juga dapat ditemukan penurunan tekanan darah