Stroke adalah suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba-tiba terganggu, karena sebagian sel sel otak mengalami kematian akibat gangguan aliran darah karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak. Dalam jaringan otak, kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi biokimia yang dapat merusakkan atau mematikan sel-sel saraf otak.
Konstipasi adalah salah satu komplikasi dari Stroke Non hemoragik akibat imobilisasi. Intervensi pencegahan konstipasi adalah Masasse abdominal "I LOV U". Penilaian skoring konstipasi menggunakan CAS (Constipasi Asesment Scala). Tindakan masasse abdominal "I LOV U" mampu mencegah terjadinya konstipasi pada pasien Stroke Non Hemoragik.
Latar Belakang : Persoalan yang sering muncul pada penderita stroke adalah gangguan mobilitas fisik yang dapat berdampak pada pasien tirah baring dan akan memicu terjadinya kerusakan integritas kulit yang mengakibatkan pada timbulnya ulkus dekubitus jika tidak menerima perawatan yang baik. Tujuan melakukan analisa asuhan keperawatan pasien stroke dengan rawat luka karena tirah baring lama di ru…
Latar Belakang : Stroke disebabkan karena kekurangan oksigen ketika aliran darah ke otak hllang oleh pecahnya arteri di dalam otak. Disfagia merupakan kesulitan dalam melalui proses menelan makanan atau cairan yang dapat menyebabkan pneumonia aspirasi yaitu inflmasi pada paru yang disebabkan oleh virus, jamur dan bakteri.
Latar Belakang : Pasien stroke merupakan kelompok risiko tinggi terhadap kejadian aspirasi, baik akibat penurunan kesadaran maupun gangguan menelan. Perawat berperan penting dalam mencegah terjadinya aspirasi pada pasien stroke yaitu dengan intervensi suction tidak lebih dari 15 detik. Kesimpulan : Intervensi suction dapat menurunkan resiko komplikasi pada pasien stroke dengan risiko aspirasi.
Latar Belakang : Disatria merupakan salah satu komplikasi stroke disebabkan gangguan pada kontrol motorik yang mempengaruhi berbagai subsistem bicara. Dampak disatria yang tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan depresi pada klien. Salah satu intervensi yang diberikan yaitu terapi wicara LSVT Loud.
Latar Belakang : CVA Non Hemoragic adalah penyakit akibat trersumbatnya pembuluh darah keotak yang menyebabkan kerusakan atau kematian otak. Tanda gejala CVA Non Hemoragic kelemahan otot dan gangguan bicara. CVA Non Hemoragic mengakibatkan konstipasi. Kelemahan otot menyebabkan pasien immobilisasi, peristaltik usus mengalami penurunan yang mengakibatkan pasien konstipasi.