Kesimpulan : Sebagian besar perawat belum patuh dalam penerapan prinsip 12 benar pemberian obat.
Latar Belakang : Beban kerja perawat pada masa pandemi meningkat hal ini menyebabkan tingginya kebutuhan kecerdasan emosional di RS sangat dibutuhkan dalam mengolah perubahan suasana mental emosional perawat. Kesimpulan : Sebagian besar perawat di RS dr. R. Oetojo Sorong Papua Barat memiliki kecerdasan emosional yang baik.
Perawat sebagai tenaga kesehatan yang berada di Pos terdepan, baik di rumah sakit maupun di Puskesmas dalam menjalankan tugasnya sehari-hari senantiasa berhadapn langsung dengan klien (individu, keluarga, maupun masyarakat). Selain itu perawat juga menjembatani kebutuhan klien dengan dokter. Untuk kelancaran pelaksanaan tugasnya maka komunikasi yang dilakukan oleh perawat sangat memegang peran …
Perawat dalam menjalankan praktik profesionalnya sangat memerlukan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan dalam berkomunikasi. Komunikasi yang benar dan baik akan memudahkan perawat dalam menjalin hubungan terapeutik dengn klien baik sebagai individu maupun keluarga/komunitas.
Komunikasi untuk perawat, dibuat secara khusus bagi mereka yang tertarik dalam pemahaman dan peningkatan komunikasi pada lingkungan perawatan kesehatan, buku ini ditulis berdasarkan perspektif keperawatan dan komunikasi. Perhatian khusus diberikan pada masalah-masalah komunikasi antara profesional-profesional dan profesional-keluarga.
Pada profesi keperawatan komunikasi menjadi sangat penting karena komunikasi merupakan alat dalam melaksanakan proses keperawatan. Dalam asuhan keperawatan, komunikasi ditujukan untuk mengubah perilaku klien dalam mencapai tingkat kesehatan yang optimal (Stuart, G. W., 1998). Karena bertujuan untuk terapi maka komunikasi dalam keperawatan disebut komunikasi terapeutik.