Latar Belakang : Stroke merupakan suatu keadaan darurat akibat iskemia atau perdarahan otak yang dapat menimbulkan gejala sisa neurologis, khususnya gangguan menelan dan penurunan refleks batuk, sehingga dapat meningkatkan jumlah sputum, sehingga menyebabkan tidak efektifnya bersihan jalan napas dan gangguan oksigenasi. Hal ini dapat diperbaiki dengan fisioterapi pernapasan.
Latar Belakang : Kelemahan anggota gerak/imobilisasi pada pasien stroke dengan tirah baring lama akan menimbulkan resiko gangguan integritas kulit yaitu luka tekan atau decubitus. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan yaitu dengan perawatan integritas kulit dengan tehnik massage effleurage menggunakan VCO (Virgin Coconut Oil).
Latar Belakang : DM adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikem yang berhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang disebabkan oleh penurunan sekresi insulin atau penurunan sensitivitas insulin atau keduanya dan menyebabkan kompikasi salah satunya adalah Ulkus diabetikum. Ulkus diabetikum merupakan infeksi, tukak, dan destruksi jaringan kulit pa…
Latar Belakang : Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan tumor jinak yang paling sering terjadi dan merupakan permasalahan serius dalam gangguan pola eliminasi. Reseksi prostat transurethral (TURP) adalah standar emas dalam manajemen pasien BPH. Efek pasca operasi TURP yang paling sering adalah retensi urin sebanyak (24%) menjadi urutan kedua setelah perdarahan. Penurunan otot detrusor seh…
Latar Belakang : Penyakit tuberkulosis (TBC) paru merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberkulosis, menular melalui ludah yang mengandung basil tuberkulosis paru. Gejala batuk selama 3-4 minggu atau lebih, batuk berdarah, sesak nafas, badan lemas dan nafsu makan menurun, berat badan menurun, malaise, berkeringat pada malam hari tanpa kegiatan fisik, dan demam leb…
Latar Belakang : Gagal jantung maerupakan masalah kesehatan dengan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi di negara maju maupun negara berkembang seperti Indonesia. WHO menggambarkan peningkatannya di dunia diakibatkan meningkatnya angka perokok, tengkat obesitas, dislipidemia, dan diabetes.
Latar Belakang : Slow Deep Breathing merupakan suatu tindakan yang dapat dilakukan seseorang secara sadar upaya untuk mengatur pernafasan secara lambat dan dalam sehingga dapat memunculkan efek relaksasi. Kesimpulan : Adanya penurunan nilai nyeri sebelum diberikan intervensi Slow Deep Breathing kombinasi genggam jari dan sesudah diberikan Slow Deep Breathing kombinasi genggam jari.
Latar Belakang : Pasien stroke secara psikologis mengalami suatu "kehilangan" yang sangat besar dan berharga dalam hidupnya, seperti kehilangan kebebasan dalam bergerak, bekerja, kehilangan kegagahan, kekuatan anggota tubuh dan juga kehilangan kemandirian. Fenomena dilokasi penelitian, masih banyak pasien belum menerima apa yang terjadi pada dirinya saat ini dan menyatakan tidak mendapatkan ken…