Latar Belakang : Sesak nafas dapat mengakibatkan perubahan pola nafas tidak efektif. Selama ini dalam menangani pasien sesak nafas hanya berfokus pada pemberian terapi obat farmakologi saja. Selain pemberian terapi farmakologi, perawat dapat mengatasi sesak nafas yaitu dengan pemberian terapi nonfarmakologis kombinasi teknik tripod position dan pursed lips breathing.
Latar Belakang : Risiko rerata kasus batu empedu dapat berkembang menjadi simtomatik sebesar 2% dan perlu adanya laparatomi kolesistektomi. Efek samping laparatomi yang bisa muncul nyeri akut. Nyeri akut yang tidak ditangani dengan baik akan menyebabkan nyeri kronik. Maka dari itu perlu adanya manajemen nyeri baik secara farmakologi maupun non farmakologi. Selain kolaborasi dengan dokter dalam …
Latar Belakang : Pasien dengan CHF bilamana terjadi gangguan pertukaran oksigen terhadap karbondioksida dalam paru, maka berakhir pada pemberian bantuan ventilator mekanik. Masalah utama pasien dengan ventilator mekanik sering muncul adalh bersihan jalan napas tidak efektif.
Latar Belakang : APACHE II Score merupakan salah satu penilaian penyakit kritis yang banyak dipakai di ICU yang berdasar pada nilai-nilai objektif fisiologis dari variabel-variabel yang diukur selama perawatan. Penilaian APACHE II dilakukan kepada pasien dalam kurun waktu 24 jam pertama di ICU.
Pasien dalam perawatan di ICU mengalami kondisi lemah fisik dan tidak benyak melakukan pergerakan. Melihat fenomena tersebut pasien dalam perawatan di ICU rentan mempunyai resiko tinggi terjadinya luka tekan yang dapat terjadi pada bagian sakrum. Intervensi keperawatan untuk pencegahan luka tekan yaitu dengan massage effleurage menggunakan virgin coconut oil.
Latar Belakang : Stroke merupakan penyakit yang disebabkan gangguan suplai darah ke otak sehingga terjadi gangguan pasokan oksigen ke otak yang menyebabkan kerusakan jaringan.. Manifestasi klinis diantaranya penurunan kesadaran, kelumpuhan, gangguan bicara, inkonintensia urine, dan distensi kandung kemih, dimana kondisi ini memerlukan kateterisasi. Katerisasi menetap beresiko terjadinya ISK. In…
Pasien kritis di ruang ICU yang mengalami obstruksi jalan napas memerlukan tindakan suction untuk mengatasi masalah ketidakefektifan bersihan jalan nafas akibat penumpukan sputum, darah atau cairan. Suction diberikan pada pasien dengan sekret berlebih, suara nafas abnormal, penurunan kesadaran, dan penurunan saturasi oksigen. Tindakan suction dilakukan dengan cara memasukkan selang kateter mela…
Latar Belakang : Pasien yang dirawat diruang ICU adalah pasien jritis yang sebagian besar terpasang ventilator mekanik dan beresiko mengalami Ventilator Associated Pneumonia (VAP). Terjadinya VAP disebabkan karena pemasangan endotracheal tube yang menyebabkan pintu masuknya bakteri pathogen terbua. Orale Hyginene adalah salah satu intervensi untuk mencegah VAP.
Latar Belakang : Posisi lateral kiri elevasi kepala 30 derajat dapat membantu meningkatkan ventilasi, hal ini dikarenakan anatomi jantung berada pada posisi sebelah iri diantara bagian atas dan bagian bawah paru-paru sehingga membuat tekanan paru-paru meningkat dan tekanan di apex lebih rendah dari pada bagian basal paru-paru.