Text
Hubungan peran keluarga dengan pelaksanaan mobilisasi pada pasien post laparatomi di ruang Anggrek rumah sakit Mardi Waluyo Metro tahun 2024
Latar Belakang : Menurut WHO pasien dengan laparatomi di dunia terjadi peningkatan setiap tahunnya sebesar 15%. Tindakan laparatomi menimbulkan respon nyeri yang menimbulkan keterbatasan gerak mobilisasi dini dapat dilakukan sebanyak 3 kali sehari dari hari pertama, dalam melakukan mobilisasi diperlukan peran keluarga untuk memberikan semangat kepada pasien dan membantu pasien, namun pada kenyataannya keluarga terkadang takut untuk memberikan mobilisasi dengan alasan luka akan menjadi parah.
Tidak tersedia versi lain