Text
Terapi autogenik untuk mengurangi nyeri bagi pasien benign prostatic hyperplasia (BPH) post operasi transurethral resection of the prostate (TURP) rumah sakit Sinar Kasih Purwokerto 2024 case report
Latar Belakang : BPH adalah pembesaran kelenjar prostat non kanker. 50% pria dengan usia mencapai 65 menderita BPH. Prosedur TTURP dilakukan reseksi jaringan yang menyumbat dengan menggunakan elektroda. Gejala utama pasien BPH adalah kesulitan dalam buang air kecil, frekuensi buang air kecil yang meningkatkan terutama di malam hari, dan sensasi tidak tuntas setelah berkemih. Pasien BPH pasca operasi TURP untuk mengurangi nyeri melibatkan terapi nonfarmakologis. Salah satu terapi non farmakologi adalah terapi autogenik, yang merupakan teknik relaksasi melalui sugesti diri menggunakan kata-kata positif untuk menenangkan pikiran. Metode ini dapat membantu pasien menurunkan persepsi nyeri sekaligus meningkatkan kualitas pemulihan pascaoperasi.
Tidak tersedia versi lain