Text
Case report : tata laksana farmakologis (terapi oksigen) dan non-farmakologis (pursed lip breathing exercise dan posisi semi-fowler) pada pasien ASMA di IGD RS Bethesda Yogyakarta 2025
Asma bronkial menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk, mengi. Saat asma mengalami penyempitan jalan napas menjadi sulit, menyebabkan oksigenasi darah terganggu dan kadar SpO2 turun. Dalam beberapa studi intervensi, oksigenasi atau terapi pernapasan meningkatan SpO2. 5% orang Indonesia menderita asma, dan 3,5%orang di Yogyakarta. Untuk meningkatkan jumlah napas dan saturasi oksigen pasien asma, terapi oksigen, dan posisi semi-fowler dan pursed lip breathing exercise dapat digunakan.
Tidak tersedia versi lain